Selasa, 31 Agustus 2021

Bertahan dalam kenyamanan

Banyak orang berkata "tinggalkan zona nyaman", ada pula yg bilang "zona nyaman akan membunuhmu" dan semacamnya.

Apa sih maksud mereka mengatakan itu? Mengapa mereka mengatakan itu?
Apakah mereka hanya sekumpulan orang sakit hati yang iri atas kenyamanan orang. Senang melihat orang susah, dan susah melihat orang senang.

Duh, kadang menjengkelkan jika melayani orang seperti ini.
Didiamkan makin menjadi, dilawan gak ada habisnya. Piuh...

Zona nyaman menurut pandangan saya merupakan kondisi ideal dimana kita bisa hidup dengan balance, bekerja teratur, berkeluarga dengan bahagia, beribadah dengan tenang, dan beraktivitas sosial di masyarakat dengan damai.

Mengapa hal baik ini harus ditinggalkan? Justru zona nyaman merupakan idaman semua orang. Dengan zona nyaman orang bisa berkembang, orang bisa berekspresi dan bereksplorasi. Lebih leluasa mendayagunakan kemapanannya untuk membantu sesama. Lebih efektif dalam bertindak. Lebih matang dalam berfikir. Lebih dapat mengontrol emosi.

Coba bayangkan, apabila zona nyaman ditinggalkan, otomatis ia harus memulainya dari nol kembali. Ia tidak bisa leluasa lagi mengembangkan hobi, cita-cita, harapan yang telah tersusun sebelumnya. Target hidup semua bubar, tujuan hidup rumah tangga dan masyarakat tidak jelas lagi. Tidak fokus menjalani hidupnya sendiri. Boro-boro membantu orang lain, menghidupi dirinya saja susah.

Puncaknya ibadah tidak tenang, mudah emosi dan tersulut amarah. Memancing permusuhan dan perpecahan sesama.

Huft.. memang beberapa orang bisa hijrah dari zona nyaman yang satu ke zona nyaman yang lainnya. Namun hal itu menurut saya tidak untuk semua orang. Hanya orang-orang yang bermental dan tekad yang sangat kuat yang mampu melakukan transformasi tersebut. Biasanya mereka itu adalah orang yang bermotivasi sangat tinggi dan optimis bisa meraih zona nyaman lain.

So. Jangan sembarang berkata kepada semua orang untuk meninggalkan zona nyaman. Mulutmu harimaumu. Bisa saja ada orang yang bermental lemah terprovokasi dan malah hancur dengan perkataanmu.

Please, bicaralah yang baik-baik, jika itu tidak bisa kamu lakukan, maka diamlah.

Tidak ada komentar: