Rabu, 01 September 2021

Menahan Keinginan, Segerakan Kebutuhan

Namanya manusia pasti punya hasrat, keinginan maupun cita-cita. Wajar apabila kita menginginkan sesuatu yang lebih baik dari yang sudah kita miliki. Atau menginginkan sesuatu yang belum dimiliki agar menjadi milik kita suatu hari nanti.

Hasrat boleh saja disegerakan, keinginan sah-sah saja untuk diwujudkan. Semuanya hak manusia yang tidak bisa dibendung. Namun terkadang mewujudkan sesuatu yang diinginkan terbentur oleh banyak sebab. Antara lain karena kondisi finansial, kondisi kesehatan fisik maupun mental, atau karena belum ada kesempatan.

Banyak hal mampu menghalangi manusia untuk mewujudkan keinginan, salah satunya kesempatan. Di saat ada uang, namun masih dipakai untuk keperluan berobat. Di saat ada uang dan sehat namun kesempatan tidak kunjung datang karena keperluan keluarga atau kesibukan bekerja.

Apakah semua keinginan manusia harus terwujud? Apakah semua keinginan manusia lebih penting dari kebutuhan primer? 
Hendaknya kita sebagai manusia yang diberikan akal seyogyanya mampu memilih dan memilah keinginan yang bersifat urgent. Dahulu kebutuhan yang mendesak daripada keinginan. 

Alih-alih membeli smartphone baru, kita masih bisa memanfaatkan smartphone lama kita untuk sekedar menyapa saudara melalui chatting.
Batere smartphone mulai ngedrop? Gampang kok, masih bisa diakali dengan menaruh semalaman dalam freezer untuk meningkatkan efisiensi batere kembali.

Jangan keburu membeli barang baru hanya untuk keinginan. Disaat ada kesulitan, Tuhan sudah menyediakan banyak jalan keluar. 

Jaman sudah canggih, ada kesulitan mudah untuk dicari solusinya melalui browsing.
Prioritaskan kebutuhan yang paling penting, misalnya kebutuhan papan, pangan dan sandang. Apabila pekerjaan atau bisnis anda tergantung dengan smartphone, maka prioritaskan kebutuhan nya seperti pulsa/kuota.
Jika bisnismu tergantung dengan kendaraan, maka alokasikan juga dana untuk perawatan nya.

Bilamana barang yang kita miliki sudah benar-benar tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Maka sifatnya sudah urgen, apalagi barang tersebut merupakan senjata dalam mencari rezeki. Sudah tentu harus diprioritaskan penggantinya.

Pintar pintarlah mengatur prioritas, apalagi di masa Pandemi seperti sekarang. Utamakan kebutuhan, tahan keinginan. Penuhi yang pokok, tunda pelengkapnya.

Semoga kita semua mampu menjadi pribadi yang lebih bijaksana di kemudian hari. Aamiin.

Tidak ada komentar: